-->
Sebut Bom Kampung Melayu Rekayasa, Pria Asal Padang Panjang Ini Diciduk Polisi

Sebut Bom Kampung Melayu Rekayasa, Pria Asal Padang Panjang Ini Diciduk Polisi


ARP pun menyampaikan permohonan maafnya kepada Kapolri Jenderal Tito Karnavian dan publik.

"Kami dari kuasa hukum diminta menyampaikan surat terbuka permintaan maaf pada bapak Kapolri dan masyarakat Indonesia yang sudah tersakiti akibat status FB-nya yang viral di dunia maya terkait bom Kampung Melayu dan peristiwa lainnya," ujar M Ihsan selaku kuasa hukum ARP kepada detikcom, Senin (29/5/2017).

Ihsan mengatakan istri ARP memintanya untuk mendampinginya setelah suaminya dijemput polisi dari rumahnya di Padang Panjang, pada Minggu (28/5/17) sore.

"Istri ARP menceritakan bahwa dia saat ini sedang hamil 5 bulan dan punya 2 anak perempuan usia 5 tahun dan 3 tahun," ujar Ihsan.

Sambil menangis, istri ARP ( Ahmad Rifa`i Pasra ) memohon pendampingan hukum bagi suaminya itu kepada Ihsan. Sejak Senin (29/5/17) siang hingga malam, Ihsan mendampingi ARP selama pemeriksaan.

"Terlihat penyesalan dan kesedihan di raut muka ARP sehingga dia menuliskan surat permintaan maaf pada Bapak Kapolri dan penyesalan atas kebodohan dan kesalahannya menulis di FB sehingga menyakiti banyak orang," ungkapnya.

Nama: Ahmad Rifa'i
Jenis Kelamin: Laki-laki
Tempat Tanggal Lahir: Rao, 19 Agustus 1980
Agama: Islam
Pekerjaan: Karyawan Swasta
Kewarganegaraan: Indonesia

Alamat: Jl Sutan Syahrir No 36 RT 06/07 Kelurahan Silaing Bawah, Kecamatan Padang Panjang Barat, Kota Padang Panjang, Sumatera Barat

Dengan ini saya menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas kekeliruan dan kekhilafan yang saya lakukan dengan pernyataan saya di Facebook yang telah merugikan dan mencemarkan nama baik Bapak dan pihak-pihak lain yang saya sebut dalam Facebook tersebut.

Istri saya saat ini sedang hamil 5 bulan dan anak saya usia 5 tahun dan 3 tahun sangat membutuhkan kehadiran saya dan saya tidak dapat membayangkan nasib mereka selama saya ditahan, semua terjadi karena kesalahan dan kekeliruan saya. Sekali lagi saya mohon dengan setulus-tulusnya agar Bapak dapat memaafkan saya.

Jika Bapak memaafkan dan mengijinkan saya pulang ke rumah, saya siap membuat perjanjian dan memenuhi segala persyaratan yang Bapak ajukan dan sesuai kemampuan saya.

Atas kemurahan hati Bapak saya ucapkan terima kasih.

Jakarta, 29 Mei 2017

Ahmad Rifai

Atas kejadian ini, diharapkan anda bijak dalam pergunakan media sosial agar tidak jadi penyesalan kemudian hari.

0 Response to "Sebut Bom Kampung Melayu Rekayasa, Pria Asal Padang Panjang Ini Diciduk Polisi"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel