Young Farmer, "Urang Solok" Yang Ditangkap Terkait Jaringan ISIS Suriah
Sore, 17 Agustus, Jorong Balerong tenang-tenang saja. Kabar tertangkapnya seorang putera daerahnya karena diduga tersangkut ISIS dan jaringan teroris, tidak berpengaruh banyak dalam kehidupan masyarakat. Hanya sejumlah intel polisi yang tampak rajin berkunjung usai penangkapan. Warga acuh saja, seolah tidak ada kejadian apa-apa.
Sosok Young juga bukan pemuda yang menonjol di kampungnya. Dia pendiam. “Dia tak terlalu banyak bergaul dengan warga di sini, jadi tak begitu mengusik perhatian. Nan jadi pertanyaan, paling soal rencananya mengebom Istana Presiden, seperti yang diungkapkan polisi," kata Ilham seorang pemuda Nagari Kacang kepada Haluan, Kamis (17/8).
Hal itu juga dibenarkan oleh Walinagari Kacang, Bujang Khairul. Menurutnya, Young selama ini dikenal sebagai pribadi yang baik dan pekerja keras. Dulu sebelum merantau, kata Wali Nagari biasanya Young juga jarang bergaul, karena sibuk membantu pekerjaan orangtuanya yang hidup sebagai petani. “Dia sering sibuk bekerja dan dikenal berkelakuan baik,” tutur Khairul.
Pihaknya mengakui, kepribadian Young dalam pergaulan sehari-hari memang agak tertutup. Namun, terang Khairul, anak bungsu dari tujuh bersaudara pasangan Nasrul dan Deyur Haida ini boleh dikatakan tidak pernah melakukan perbuatan yang mengganggu atau merugikan orang lain. "Tidak ada yang aneh dengan perilakunya, dia orangnya biasa-biasa saja," kata Wali Nagari Kacang.
Young meninggalkan Nagari Kacang sekitar tahun 2009 silam, dan berangkat merantau ke Batam. Jelang puasa, Young diketahui pulang ke kampong dan menetap selama lebih kurang dua bulan. “Selama berada di kampung halaman, tidak adanya indikasi atau gelagat yang mencurigakan dari Young. Dia kembali merantau tiga minggu yang lalu," terang Khairul.
Kesan Young sebagai orang baik juga disebutkan tetangganya di Sejumlah tetangga terduga teroris Young (20) di Kampung Jajaway, Kelurahan Antapani Kidul, Kecamatan Antapani, Kota Bandung, tak menyangka pria murah senyum itu ditangkap polisi. "Saya setiap hari sering ketemu dia, jadi tidak curiga. Kecuali kalau saya berbicara, dia kabur baru curiga," kata Ririn (30) yang rumahnya hanya beberapa meter dari kamar kontrakan Young.
Young juga bergaul dengan masyarakat sekitar. "Suka ngobrol sama dia, kalau colok air ke sini. Saya bilang turunin saja, kalau mau ngecas handphone. Kalau pagi minta kopi di warung, suka ngopi di sini. Saya tidak menyangka, penampilannya bukan seperti orang jahat. Orangnya murah senyum dan keliatan baik-baik," tambahnya.
Ririn mengatakan, Young hampir setiap hari duduk minum kopi sambil merokok di depan rumahnya. "Minum kopi di depan tiap hari. Suka ngopi dan meerokok di depan rumah saya. Orangnya memang pembawaannya cuek. Tapi dia baik dan enak diajak mengobrol," ujar Ririn.
Ririn mengetahui Young berasal dari Sumatera Barat dari pemilik kontrakan yang memberitahukannya. Ririn pun mengatakan, sepintas Young memang terlihat cuek. Dia sering pakai baju kaos dan celana jeans. Rambutnya gondrong agak keriting. "Dia tinggal di sini baru hitungan hari. Cuma yang punya rumah bilang, kalau ada yang baru orang Padang berjualan susu murni, tolong kasih tahu cara menyolok air di sini. Kesehariannya suka memakai celana jeans dan baju kaos,” ungkapnya.
Penangkapan Young dilihat langsung Ipah (22), tetangganya yang tinggal di belakang rumah yang dikontrak. Ipah mengaku menyaksikan langsung penangkapan terduga teroris oleh Detasemen Khusus 88.
Saat itu sekitar pukul 08.00 WIB, Ipah mengaku sedang mencuci pakaian dan tiba-tiba dikejutkan dengan suara dobrakan pintu disusul suara ribut.Begitu keluar rumah, dia mendapati lima orang yang terlihat seperti petugas kepolisian sedang mengarahkan moncong senjatanya ke arah rumah yang dikontrak terduga teroris, Young.
Ipah mengaku gemetaran melihat kelima petugas itu mendobrak pintu dan menodongkan pistol ke arah dalam.Dia langsung masuk ke dalam tempat tinggalnya dan mendekap anaknya yang masih balita. Ipah mengaku tak pernah mengobrol dengan si terduga teroris. "Ia baru tinggal seminggu di kontrakannya, jadi belum ada tegur sapa kepada tetangganya," ujar Ipah,
Sosok Young juga bukan pemuda yang menonjol di kampungnya. Dia pendiam. “Dia tak terlalu banyak bergaul dengan warga di sini, jadi tak begitu mengusik perhatian. Nan jadi pertanyaan, paling soal rencananya mengebom Istana Presiden, seperti yang diungkapkan polisi," kata Ilham seorang pemuda Nagari Kacang kepada Haluan, Kamis (17/8).
Hal itu juga dibenarkan oleh Walinagari Kacang, Bujang Khairul. Menurutnya, Young selama ini dikenal sebagai pribadi yang baik dan pekerja keras. Dulu sebelum merantau, kata Wali Nagari biasanya Young juga jarang bergaul, karena sibuk membantu pekerjaan orangtuanya yang hidup sebagai petani. “Dia sering sibuk bekerja dan dikenal berkelakuan baik,” tutur Khairul.
Pihaknya mengakui, kepribadian Young dalam pergaulan sehari-hari memang agak tertutup. Namun, terang Khairul, anak bungsu dari tujuh bersaudara pasangan Nasrul dan Deyur Haida ini boleh dikatakan tidak pernah melakukan perbuatan yang mengganggu atau merugikan orang lain. "Tidak ada yang aneh dengan perilakunya, dia orangnya biasa-biasa saja," kata Wali Nagari Kacang.
Young meninggalkan Nagari Kacang sekitar tahun 2009 silam, dan berangkat merantau ke Batam. Jelang puasa, Young diketahui pulang ke kampong dan menetap selama lebih kurang dua bulan. “Selama berada di kampung halaman, tidak adanya indikasi atau gelagat yang mencurigakan dari Young. Dia kembali merantau tiga minggu yang lalu," terang Khairul.
Kesan Young sebagai orang baik juga disebutkan tetangganya di Sejumlah tetangga terduga teroris Young (20) di Kampung Jajaway, Kelurahan Antapani Kidul, Kecamatan Antapani, Kota Bandung, tak menyangka pria murah senyum itu ditangkap polisi. "Saya setiap hari sering ketemu dia, jadi tidak curiga. Kecuali kalau saya berbicara, dia kabur baru curiga," kata Ririn (30) yang rumahnya hanya beberapa meter dari kamar kontrakan Young.
Young juga bergaul dengan masyarakat sekitar. "Suka ngobrol sama dia, kalau colok air ke sini. Saya bilang turunin saja, kalau mau ngecas handphone. Kalau pagi minta kopi di warung, suka ngopi di sini. Saya tidak menyangka, penampilannya bukan seperti orang jahat. Orangnya murah senyum dan keliatan baik-baik," tambahnya.
Ririn mengatakan, Young hampir setiap hari duduk minum kopi sambil merokok di depan rumahnya. "Minum kopi di depan tiap hari. Suka ngopi dan meerokok di depan rumah saya. Orangnya memang pembawaannya cuek. Tapi dia baik dan enak diajak mengobrol," ujar Ririn.
Ririn mengetahui Young berasal dari Sumatera Barat dari pemilik kontrakan yang memberitahukannya. Ririn pun mengatakan, sepintas Young memang terlihat cuek. Dia sering pakai baju kaos dan celana jeans. Rambutnya gondrong agak keriting. "Dia tinggal di sini baru hitungan hari. Cuma yang punya rumah bilang, kalau ada yang baru orang Padang berjualan susu murni, tolong kasih tahu cara menyolok air di sini. Kesehariannya suka memakai celana jeans dan baju kaos,” ungkapnya.
Penangkapan Young dilihat langsung Ipah (22), tetangganya yang tinggal di belakang rumah yang dikontrak. Ipah mengaku menyaksikan langsung penangkapan terduga teroris oleh Detasemen Khusus 88.
Saat itu sekitar pukul 08.00 WIB, Ipah mengaku sedang mencuci pakaian dan tiba-tiba dikejutkan dengan suara dobrakan pintu disusul suara ribut.Begitu keluar rumah, dia mendapati lima orang yang terlihat seperti petugas kepolisian sedang mengarahkan moncong senjatanya ke arah rumah yang dikontrak terduga teroris, Young.
Ipah mengaku gemetaran melihat kelima petugas itu mendobrak pintu dan menodongkan pistol ke arah dalam.Dia langsung masuk ke dalam tempat tinggalnya dan mendekap anaknya yang masih balita. Ipah mengaku tak pernah mengobrol dengan si terduga teroris. "Ia baru tinggal seminggu di kontrakannya, jadi belum ada tegur sapa kepada tetangganya," ujar Ipah,
0 Response to "Young Farmer, "Urang Solok" Yang Ditangkap Terkait Jaringan ISIS Suriah"
Post a Comment